
PENYULUHAN BAHAYA ROKOK PADA SISWA MTS N 5 SAROLANGUN DI DESA PULAU PANDAN KECAMATAN LIMUN KABUPATEN SAROLANGUN
Merokok merupakan masalah yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Merokok sudah melanda berbagai kalangan baik remaja, dewasa, orang tua, bahkan anak kecil sudah ada yang merokok. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan penyuluhan kepada para remaja . Upaya ini diharapkan agar para remajabisa terhindar dari perilaku merokok dan menurunnya jumlah perokok pada usia remaja. Tujuan dari kegiatan ini untuk menambah pengetahuan remaja tentang bahaya rokok serta upaya agar bisa menolak ajakan teman yang merokok agar tidak menjadi perokok.
Kegiatan ini dilakukan di lingkungan sekolah MTs N 5 Sarolangun dengan tahapan persiapan pada tanggal
1 Nopember 2023 , sedangkan pelaksanaan penyuluhan pada tanggal 2 Nopember 2023 Bersama dengan pihak Dinas kesehatan Kabupaten Sarolangun
a. Materi
yang diberikan tentang bahaya rokok bagi kesehatan, zat pada rokok dan dampaknya untuk orang sekitar. Hasil dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan para siswa/siswi
tentang bahaya rokok dan dampak rokok bagi orang sekitar.
METODE
Metode yang digunakan berupa penyuluhan tentang bahaya rokok kepada siswa/siswi MTs N 5 Sarolangun yang dilaksanakan di Aula sekolah tersebut dengan didampingi oleh Pihak Dinas Kabupaten Sarolangun. Persiapan dan pelaksanaan penyuluhan dilakukan di lingkungan Sekolah pada tanggal 2 Nopembe 2023 dengan sasaran kelas .7, 8 dan 9 Penyuluhan diikuti oleh sekitar 30 orang siswa/siswi di MTs N 5 Sarolangun
HASIL, PEMBAHASAN DAN DAMPAK
Kegiatan yang dilakukan dengan metode penyuluhan kepada para siswa/siswi MTs N 5 Sarolangun di Desa Pulau pandan Kecamatan Limun disambut sangat baik oleh kepala sekolah beserta para guru karena dapat menambah pengetahuan para siswa/siswi di sekolahnya. Gambaran tersaji pada Gambar 1 dan 2. Pengetahuan merupakan salah satu hal
yang mendasar dari tindakan atau perilaku seseorang, dimana dengan adanya pengetahuan dapat menjadi proteksi seseorang agar tidak terjerat dalam perilaku berisiko (Baharuddin,2017; Frihartine 2013). Bahwa remaja merokok pertama kali bersama dengan teman mereka yang merokok sehingga tekanan dari teman sebaya merupakan variabel penting dalam menentukan perilaku merokok remaja (Widianti dan Wahyuno,2014;Baharuddin,2017),
begitupun dengan adanya pengaruh dari keluarga serumah yang merokok yang dapat memiliki hubungan bermakna dengan perilaku remaja yang merokok (Baharuddin, 2017).
Dampak yang diberikan dari kegiatan ini adalah adanya tambahan pengetahuan kepada para siswa/siswi di MTs N 5 Sarolangun tentang bahaya rokok untuk diri sendiri maupun orang lain.
Sebelum adanya kegiatan ini, pihak sekolah menyampaikan bahwa belum pernah ada penyampaian materi tentang informasi seperti ini di sekolah mereka. Secara umum kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan terlaksana dengan baik dan lancar. Diharapkan peserta dapat mencegah perilaku merokok dan yang sudah merokok dapat berhenti demi kesehatan dirinya dan orang di sekitarnya. Besar harapan smoga dengan kegiatan penyuluhan ini dapat mengurangi jumlah perokok di usia remaja.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pentingnya memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya rokok dan bagaimana cara agar dapat menolak ajakan teman dan tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar baik keluarga dsb. Dampak positif yang diberikan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan para siswa/siswi untuk bisa menghindari dirinya dari perilaku merokok demi kesehatannya dan masa depannya.
|
236x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...